Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Wisatawan Diminta Tak Panik
(Penulis): Muhammad Fajar Mutaqin Wahyudi
Serang, notifbanten.com – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang, mengimbau para wisatawan untuk tidak panik menanggapi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang kembali terjadi pada Kamis 5 September 2026 dini hari.
PHRI memastikan kondisi di kawasan wisata pantai, khususnya Anyer, tetap aman dan kondusif bagi para pengunjung.
Ketua PHRI Kabupaten Serang Yurlena Rachman menjelaskan, berdasarkan data rilis resmi dari Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau (PVMBG) pada pagi ini, status gunung berada di Level III (Siaga).
Dalam status tersebut, masyarakat maupun wisatawan disarankan supaya tidak mendekati radius 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.
“Status dari rilis pagi ini tetap Siaga Level III, dengan rekomendasi tidak boleh mendekati radius 3 km dari kawah Anak Krakatau. Kami dari seluruh pengelola hotel juga secara aktif membagikan siaran langsung dan video kondisi terkini untuk menyakinkan para tamu bahwa semua dalam kondisi aman,” kata Yurlena kepada Awak Media, Sabtu 5 September 2026.
Yurlena tidak memungkiri adanya kecemasan dari sejumlah wisatawan akibat maraknya informasi yang beredar di media sosial. Namun, pihaknya menyayangkan tersebarnya berita bohong (hoax) serta rekayasa video berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memicu kekhawatiran berlebih.
“Yang sangat kami sayangkan, di sosial media banyak sekali berita hoaks dan video AI yang dinaikkan. Namun kami meyakini wisatawan saat ini sudah lebih bijak dan cerdas dalam memilah informasi. Kami juga terus mengirimkan video real time kondisi kawasan pantai setiap harinya,” tambahnya.
Meskipun sempat ada kekhawatiran dan pertanyaan dari para tamu melalui saluran telepon, PHRI memastikan tidak ada gelombang pembatalan (cancellation) reservasi kamar.
“Tidak ada cancel, karena wisatawan sudah booking dari jauh hari. Okupansi (Tingkat keterisian kamar-red) hotel di kawasan Anyer dan sekitarnya pada akhir pekan berada di angka 80 hingga 100 persen,” jelas Yurlena.
Dari sisi keamanan, PHRI menegaskan bahwa jarak antara kawasan Pantai Anyer dengan Gunung Anak Krakatau berkisar antara 42 hingga 50 kilometer, jauh di luar radius bahaya yang ditetapkan pihak berwenang.
“Pihak pengelola hotel dan resor di sepanjang pesisir juga telah menyiagakan langkah-langkah mitigasi bencana secara matang,” ungkapnya.
Menurutnya, aktivitas erupsi merupakan proses alami dari karakteristik Gunung Anak Krakatau sebagai gunung yang terus tumbuh.
“Erupsi ini memang bagian dari proses alami Gunung Anak Krakatau sebagai gunung tumbuh. Kondisi di lapangan aman, dan wisatawan dipersilakan untuk tetap berlibur dengan tenang,” kata Yurlena (Red).
Editor: Irwan Wahyudi

