Pasar Jedogan Dari Tradisi Hingga Tips “Wajib Deodoran” Jelang Lebaran
Serang, notifbanten.com, – Bagi warga Kota Serang, istilah Pasar Jedogan tentu sudah tidak asing lagi. Pasar yang identik dengan keramaian luar biasa menjelang hari raya Idulfitri ini kembali menjadi perbincangan, terutama terkait lokasinya yang kini bergeser ke kawasan Pasar Lama.
Kepala Bidang Pasar dan Penertiban PKL, Nasirullah, menjelaskan bahwa Pasar Jedogan telah menjadi tradisi turun-temurun bagi warga Kota Serang untuk berburu kebutuhan Lebaran, Jumat (13/3/26).
”Pasar Jedogan itu pasar yang sudah mendarah daging untuk warga Kota Serang. Sudah jadi tradisi dan adat di sini,” ujar Nasirullah dalam sebuah wawancara singkat.
Sebelumnya, aktivitas pasar ini sempat berpusat di kawasan Royal. Namun, seiring dengan perubahan fungsi kawasan Royal menjadi area pedestarian dan ruang terbuka, pemerintah sempat mewacanakan pemindahan ke kawasan Kepandean.
Setelah dikaji ulang, jalur Kepandean dinilai kurang cocok karena merupakan jalur arteri utama bagi pemudik. Akhirnya, diputuskan bahwa mulai tanggal 17 hingga 19 Ramadan, pusat keramaian Pasar Jedogan akan difokuskan di Pasar Lama.
Nama “Jedogan” sendiri diambil dari fenomena saling bersenggolan (jedog-jedogan dalam bahasa lokal) antar pengunjung karena padatnya massa. Karena saking padatnya, Nasirullah memberikan tips unik bagi warga yang ingin berkunjung:
Wajib Pakai Deodoran: Karena akan ada banyak kontak fisik dan “gesekan” antar pengunjung, penggunaan deodoran sangat disarankan demi kenyamanan bersama.
Kebutuhan Lengkap: Mulai dari fashion (baju, celana) hingga perlengkapan Lebaran lainnya tersedia lengkap di sini.
Wisata Kuliner di Stadion: Sementara Pasar Jedogan fokus pada sandang di Pasar Lama, bagi warga yang mencari takjil atau wisata kuliner, Nasirullah mengarahkan untuk tetap mengunjungi area Stadion.
Dengan adanya pembagian area ini, diharapkan warga Kota Serang bisa berbelanja kebutuhan Lebaran dengan lebih teratur namun tetap menjaga nilai tradisi yang sudah ada.(red)

