Hukrim

Konser Kampus di Serang Ricuh, Mahasiswa Hukum Uniba Diduga Dikeroyok

Spread the love

Serang, notifbanten.com – Seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bina Bangsa (Uniba), Ian Caesar Fransisco Sinaga, menjadi korban pengeroyokan saat menghadiri kegiatan hiburan musik RILAYA yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bina Bangsa di lingkungan FKIP Universitas Bina Bangsa, Kota Serang, Banten, Sabtu (30/05/2026).

‎Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB itu mengakibatkan korban mengalami sejumlah luka di bagian wajah dan kepala.

‎Korban mengaku telah menjalani visum serta melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Serang Kota untuk diproses secara hukum.

‎Berdasarkan keterangan korban, insiden bermula ketika dirinya berjoget di tengah keramaian acara musik dan tanpa sengaja bersenggolan dengan salah seorang mahasiswa yang kemudian diduga menjadi pemicu keributan.‎

‎Tidak lama setelah itu, korban mengaku diajak berkelahi sebelum akhirnya menjadi sasaran pemukulan dan dugaan pengeroyokan oleh sejumlah orang.

‎”Saya tiba-tiba dipukul dan dikeroyok oleh banyak orang hingga terjatuh. Karena jumlahnya banyak, saya tidak sempat mengenali seluruh pelaku,” ujar Ian, Minggu (31/5/2026).

‎Korban mengaku hanya mengenali beberapa orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut, sementara identitas lainnya masih belum diketahui secara pasti.

‎Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam di wajah, luka robek di kepala, serta memar di sejumlah bagian tubuh, Senin (01/06/2026).

‎Setelah mendapatkan penanganan medis, korban memutuskan menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi kepada kepolisian.

‎”Saya berharap kasus ini diusut tuntas agar tidak ada lagi korban berikutnya dan tidak ada ruang bagi tindakan premanisme di lingkungan perguruan tinggi,” kata Ian.

‎Sejumlah saksi yang berada di lokasi turut membenarkan adanya keributan yang berujung pada dugaan pengeroyokan.

‎Panitia acara, Wasal Falah, yang berada di lokasi kejadian membenarkan adanya keributan saat kegiatan berlangsung.

‎Menurutnya, insiden tersebut bermula dari perselisihan antara korban dengan beberapa orang yang berada di sekitar area acara.

‎Wasal mengatakan panitia telah berupaya melakukan peleraian dan mengendalikan situasi agar keributan tidak meluas.

‎Namun, upaya tersebut terkendala karena banyaknya orang yang terlibat sehingga kondisi di lapangan sulit dikendalikan.

‎“Kami sudah berusaha melerai secara profesional. Namun jumlah orang yang terlibat cukup banyak dan bahkan ada perlawanan ketika proses peleraian dilakukan,” ujarnya.

‎Menurut Wasal, korban mengalami luka lebam di bagian wajah, luka robek di kepala, serta memar di sejumlah bagian tubuh.

‎Setelah kejadian, korban kemudian mendapatkan penanganan medis.

‎‎Sementara itu, teman korban, Esa Fajriansyah mengungkapkan ketegangan diduga telah terlihat sejak salah satu grup musik tampil di atas panggung.

‎Ia menyebut sempat terjadi kontak fisik yang kemudian memicu keributan di tengah berlangsungnya acara.

‎Meski sempat dilerai oleh panitia, situasi disebut kembali memanas hingga berujung pada dugaan pengeroyokan.

‎Esa mengaku melihat korban dipukul oleh beberapa orang sebelum akhirnya diamankan oleh panitia yang berada di lokasi.

‎“Awalnya saya kira persoalan itu sudah selesai setelah dipisahkan panitia. Namun tidak lama kemudian saya mendapat kabar bahwa korban dipukuli. Saat saya mendatangi lokasi, korban sudah dalam kondisi diamankan oleh panitia,” katanya (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *