Hardiknas 2026, 100.000 Siswa Serang Gelar Aksi Massal Bersih Sampah Lewat Gemas Libas
Serang, notifbanten.com – Sebanyak 100.000 siswa se Kota Serang turun ke jalan melakukan aksi bersih-bersih sampah di seluruh satuan pendidikan di Kota Serang.
Aksi nyata ini sekaligus dibarengi dengan peluncuran gerakan masyarakat dan sekolah untuk lingkungan indah, bersih, dan asri atau disingkat (Gemas Libas).
Aksi bersih-bersih sampah ini dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin 04 Mei 2026.
Seratus ribu peserta aksi bersih-bersih ini terdiri dari PKBM, SKB, TK/PAUD, SD dan SMP se Kota Serang.
Ratusan siswa ini tumpah ke jalan melakukan kerja bakti massal dengan radius 500 meter dari satuan pendidikan masing-masing, menyisir sampah, dan menata lingkungan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, Gemas Libas merupakan manifestasi dari 13 program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang, Budi-Agis, yang diselaraskan dengan visi Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
“Ini adalah wujud kepedulian kolektif. Kita sedang menghadapi darurat sampah, dan dunia pendidikan harus hadir sebagai solusi. Kami menerjemahkan arahan Presiden Prabowo dan Wali Kota Budi Rustandi melalui praktik baik di lapangan,” ujar Nuri, kepada notifbanten.com.
Ia menekankan pentingnya redefinisi mutu pendidikan, karena kecerdasan intelektual tidak akan sempurna tanpa kepekaan terhadap lingkungan dan kemanusiaan.
Nuri mengungkapkan bahwa ini bagian dari pilar karakter yang memiliki gerakan untuk bertujuan memantik kebudayaan positif bagi anak didik agar terbiasa melakukan praktik baik.
Selain itu, lanjut nuri kegiatan ini juga bagian dari pengendali mutu dan ruang belajar ideal yang mana Lingkungan yang bersih dan teduh dianggap sebagai esensi dari konsep pembelajaran yang bermakna (deep learning).
“Mutu pendidikan harus dibarengi dengan praktik baik. Kita ingin siswa tidak hanya pintar di dalam kelas, tapi juga menjadi agen perubahan di lingkungan mereka,” jelas dia.
Nuri berkeinginan Gemas Libas akan terus diagendakan di seluruh satuan pendidikan di Kota Serang.
Sebab, ia berkomitmen menjadikan gerakan ini sebagai agenda bulanan yang konsisten. Sekolah diposisikan sebagai motor penggerak utama dalam mewujudkan Kota Serang Bersih.
“Sebulan sekali kita akan pastikan gerakan ini menyentuh masyarakat. Kita punya visi yang tinggi; biarlah jika kita jatuh, kita jatuh di antara bintang-bintang. Tujuannya satu: memastikan budaya bersih ini konsisten hingga sampah benar-benar hilang dari lingkungan kita,” katanya.
Nuri juga mengajak melalui Gemas Libas, seluruh lapisan masyarakat dapat bersinergi. Dengan ruang kelas yang teduh dan akses jalan menuju sekolah yang bebas plastik, diharapkan lahir generasi baru yang lebih peduli, tangguh, dan berkarakter.
“Peringatan Hardiknas 2026 di Kota Serang hari ini menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati adalah pendidikan yang mampu memanusiakan manusia dan memuliakan alam sekitarnya,” tandasnya (Red).

