Disparpora Kota Serang Siapkan Paket Wisata Terintegrasi se-Banten
Serang, notifbanten.com – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disparpora) Kota Serang berencana mengusulkan Surat Edaran ke Walikota Serang terkait kebijakan penginapan tamu dinas.
Kebijakan ini mewajibkan tamu negara maupun kunjungan kerja dari luar daerah menginap di hotel yang berada di wilayah Kota Serang.
Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi mengatakan, langkah tersebut diambil agar kunjungan kerja memberi dampak ekonomi langsung bagi daerah. Selama ini banyak tamu yang datang ke Kota Serang namun memilih menginap di luar wilayah.
“Tujuan kebijakan ini adalah agar Kota Serang mendapatkan dampak ekonomi langsung atau PAD dari kunjungan tersebut,” ujar Zeka saat melakukan diskusi dengan PWKS, Rabu 13 Mei 2026.
Menurutnya, selama ini banyak tamu memilih menginap di Tangerang, Anyer, atau Kabupaten Serang. Kondisi itu membuat potensi pendapatan asli daerah dari sektor perhotelan belum tergarap maksimal.
Pemkot Serang juga akan meluncurkan program wisata terintegrasi pada 17 Mei 2026. Program ini menjadikan Kota Serang sebagai homebase atau pusat persinggahan bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Provinsi Banten.
Zeka menjelaskan wisatawan yang menginap di Kota Serang akan ditawarkan berbagai paket wisata. Paket tersebut dirancang untuk memperpanjang durasi kunjungan sekaligus meningkatkan belanja wisatawan di daerah.
“Jenis wisata yang ditawarkan meliputi wisata religi dengan kunjungan ke situs bersejarah dan keagamaan, serta city tour menjelajahi ikon di dalam Kota Serang,” katanya.
Selain itu, wisatawan juga bisa memilih paket wisata bahari. Destinasi yang ditawarkan meliputi Pulau Lima, Sawarna, dan Pantai Anyer yang selama ini menjadi tujuan favorit wisatawan.
Paket wisata sport dan alam juga disiapkan untuk menarik minat wisatawan petualang. Kunjungan diarahkan ke Negeri di Atas Awan dan kawasan Sawarna yang memiliki pemandangan alam khas Banten.
Meskipun Kota Serang menjadi pusat penginapan, destinasi yang ditawarkan mencakup berbagai wilayah di Provinsi Banten. Kerja sama ini melibatkan Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lebak.
“Kolaborasi antar daerah ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang merata bagi seluruh daerah di Banten,” tandasnya (Red).

