News

Tim SAR Temukan Life Jacket di Sekitar Anak Krakatau

Spread the love

Serang, notifbanten.com – Satu jaket pelampung berwarna oranye ditemukan tim SAR gabungan saat pencarian tujuh orang yang hilang dari kapal Arupadhatu 1 di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Jumat, 11 September 2026.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan life jacket ditemukan KAL Anyar saat melakukan penyisiran di sektor B.

“Pada pukul 14.45 KAL Anyar menemukan kembali satu buah life jacket yang berwarna oranye,” ujar Al Amrad.

Life jacket ditemukan pada koordinat 6 derajat 09 menit 04,6 detik Lintang Selatan dan 105 derajat 42 menit 46,4 detik Bujur Timur. Benda tersebut kemudian diserahterimakan kepada petugas Kantor SAR yang berada di posko maju Dermaga Ciwandan.

Sebelum operasi dimulai, Basarnas berkoordinasi dengan BMKG untuk menentukan pembagian sektor dan memperhitungkan kondisi cuaca di wilayah pencarian.

“Hasil koordinasi dari BMKG menyatakan ketinggian gelombang di sekitar lokasi area pencarian 0,5 sampai 2 meter. Arah angin ke barat daya dengan kecepatan kurang lebih 10 sampai 20 knot,” kata Al Amrad.

Basarnas juga berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Hingga sore ini tidak terjadi erupsi Anak Krakatau. Alhamdulillah sampai sore ini tim SAR gabungan dari Polri, Basarnas dan SAR Lampung berjalan dengan lancar dan aman,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat tim dapat melakukan pencarian lebih dekat ke sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau.

KN SAR Tetuka bersama RIB 02 Banten dan RIB 02 Lampung melakukan penyisiran di tiga pulau, yakni Pulau Sertung, Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Al Amrad mengatakan personel tidak hanya menyisir perairan, tetapi juga turun ke daratan untuk mencari kemungkinan adanya tanda keberadaan korban.

“Teman-teman bisa merapat di ketiga pulau tersebut dan bisa naik ke daratan untuk melakukan pencarian,” katanya.

Penyisiran di tiga pulau tersebut berlangsung sekitar tiga jam dengan KN SAR Tetuka sebagai unsur yang memberikan dukungan terhadap dua RIB.

“RIB 02 Lampung kembali ke Sangiang, RIB 02 Banten kembali ke Dermaga Marina, sedangkan KN SAR Tetuka sendiri kembali ke Dermaga Ciwandan,” ujar Al Amrad.

Sementara di sektor A, KRI Kerambit, KP Sanjaya dan KAL Paot melakukan pencarian di sekitar Teluk Lampung hingga Pulau Legundi. KAL Paot juga berkomunikasi dengan kapal-kapal nelayan yang ditemui untuk menyampaikan informasi terkait operasi pencarian.

Di sektor B, selain KAL Anyar, pencarian dilakukan KRI Lodyar dan unsur tambahan dari Rigid Inflatable Boat Gunung Sari. KRI Lodyar masih dalam perjalanan menuju titik aman untuk lego jangkar sebelum melanjutkan pencarian pada hari berikutnya.

Sektor C melibatkan KN SAR Basudewa Lampung dan RIB 02 Lampung. KN SAR Basudewa melakukan penyisiran di wilayah barat laut Lampung, sedangkan RIB Lampung bergerak di sekitar Pulau Sangiang, Pulau Sertung dan Pulau Rakata.

Sektor D juga dilakukan menggunakan unsur KAL dan KP yang bergerak dari Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung menuju area pencarian.

Pencarian dari udara dilakukan menggunakan helikopter HR-3604. Penyisiran berlangsung sekitar satu jam di sekitar lokasi terakhir kapal dilaporkan dan titik dugaan hilang kontak.

“HR-3604 melakukan pencarian kurang lebih sekitar satu jam penyisiran di wilayah sekitar LKP dan titik duga hilang lost contact-nya boat-boat tersebut,” kata Al Amrad.

Helikopter kemudian mendarat sekitar pukul 17.00 WIB.

Al Amrad mengatakan seluruh unsur SAR gabungan yang bertugas pada hari keempat telah menyelesaikan pencarian dan kembali menuju posko atau titik aman masing-masing.

“Hari ini cuaca sangat mendukung, Anak Gunung Krakatau juga sangat mendukung, sehingga teman-teman bisa merapat di ketiga pulau tersebut dan bisa naik ke daratan untuk melakukan pencarian,” ujarnya.

Operasi SAR akan dilanjutkan pada hari kelima dengan kembali mempertimbangkan kondisi cuaca, gelombang laut dan aktivitas Gunung Anak Krakatau.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *