Pemudik Mulai Padati Pelabuhan Merak pada Malam Hari, Arus Masih Terkendali
Cilegon, notifbanten.com – Satu pekan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, sejumlah pemudik mulai berdatangan ke Pelabuhan Merak, Banten, untuk menyeberang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera, Sabtu malam (14/3/2026).
Pantauan notifbanten.com, sekitar pukul 23.00 WIB, kendaraan pemudik mulai memasuki kawasan pelabuhan. Kendaraan roda empat, baik milik pribadi maupun angkutan umum terlihat menuju beberapa dermaga penyeberangan reguler.
Kendati kondisi arus mudik di Pelabuhan Merak secara umum masih terpantau lengang, Antrean kendaraan hanya terlihat di beberapa titik dermaga saat kendaraan menunggu giliran masuk ke dalam kapal.
Situasi yang relatif sepi tersebut justru menjadi alasan sejumlah pemudik memilih berangkat lebih awal dan melakukan perjalanan pada malam hari. Mereka berharap dapat menghindari kepadatan yang biasanya terjadi mendekati puncak arus mudik.
Ika menuturkan, dia bersama keluarganya sengaja memilih mudik lebih awal untuk menghindari potensi kemacetan yang biasanya terjadi saat puncak arus mudik. Apalagi, saat ini dia sudah mendapatkan libur sekolah.
“Karena kalau misalnya nanti puncaknya lebih ramai, jadi milih sekarang aja hari tanggal 14. Udah libur sekolah. Ya bener (menghindari macet),” kata dia.
Ika juga menambahkan, perjalanan mudik saat kondisi lalu lintas padat dapat membuat tubuh lebih cepat lelah dan berpotensi mengganggu kesehatan.
“Jika melakukan perjalanan mudik dalam keadaan arus lalu-lintas yang macet akan membuat tubuh cepat lelah dan kondisi kesehatan menurun”, pungkas Ika.
Sementara itu, hingga malam hari kendaraan roda empat masih terus berdatangan melalui pintu masuk Pelabuhan Merak. Namun intensitas kendaraan yang masuk masih relatif terkendali dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Berdasarkan data ASDP Cabang Pelabuhan Merak per 13 Maret 2026, jumlah penumpang yang menyeberang melalui tiga pelabuhan utama yakni Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegoro tercatat 41.171 orang. Angka tersebut turun sekitar 19,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 51.073 penumpang.
Sementara itu, jumlah kendaraan roda empat tercatat sebanyak 4.364 unit atau turun sekitar 27,9 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 6.051 unit.
Penurunan tersebut menunjukkan arus mudik melalui jalur penyeberangan laut masih relatif landai pada awal periode mudik tahun ini (Red).

