Budi Rustandi Tegaskan Soliditas Kader Gerindra Pasca Kemenangan Pilkada
Serang, notifbanten.com – Wali Kota Serang sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan pentingnya penguatan soliditas kader pasca-kemenangan di Pilkada serentak.
Hal tersebut disampaikan Budi dalam agenda konsolidasi internal partai yang digelar di pengujung tahun 2025.
Budi menyatakan bahwa pertemuan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momentum untuk mempertajam sinkronisasi program kerja antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Mengingat saat ini Gerindra memegang tampuk kepemimpinan di berbagai tingkatan, Budi meminta kader untuk menjaga amanah rakyat dengan penuh komitmen.
“Ini adalah bagian dari perjuangan bersama. Sekarang Pak Prabowo sudah menjadi Presiden, Ketua DPD kita sudah menjadi Gubernur, dan saya diamanahkan sebagai Wali Kota. Rangkaian ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan program kerakyatan karena kewenangan itu sudah ada di tangan kita,” ujar Budi saat ditemui usai acara, Kepada notifbanten.com (27/12/2025).
Dalam arahannya, Budi menekankan peran kader sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia berharap kader Gerindra mampu memberikan edukasi kepada warga terkait kebijakan pembenahan kota yang tengah ia jalankan.
“Pesan khusus saya, kader harus membantu mengedukasi warga saat saya mulai melakukan perubahan di Kota Serang. Selain itu, tampung semua aspirasi dan saran mereka. Intinya, berikan yang terbaik bagi masyarakat sesuai amanah dari Bapak Presiden Prabowo,” jelasnya.
Di lokasi yang sama, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Serang, Saipulloh, menjelaskan bahwa konsolidasi ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari pengurus DPC, PAC, Ranting, hingga Anak Ranting dan simpatisan.
Saipulloh mengungkapkan bahwa partai tengah melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi personel maupun manajerial internal. Salah satu poin evaluasi kritis adalah mengenai perolehan kursi di legislatif pada pemilu sebelumnya.
“Ke depan kita harus lebih solid dan kompak, terutama di legislatif. Kemarin karena kita terlalu fokus pada agenda tertentu, kita kehilangan kursi pimpinan (Ketua DPRD). Insya Allah, ke depan kita akan lebih bersemangat untuk merebut kembali posisi tersebut,” kata Saipulloh.
Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan politik untuk menyamakan persepsi di seluruh tingkatan kader demi menghindari miskomunikasi di lapangan. Menurutnya, kegagalan penyampaian program seringkali bukan karena substansi yang buruk, melainkan adanya ketimpangan persepsi.
“Tugas kader adalah meminimalisir miskomunikasi dengan masyarakat. Kita harus berada di tengah-tengah rakyat untuk memastikan perubahan yang signifikan dan berpihak pada kesejahteraan mereka sesuai visi-misi Wali Kota,” pungkasnya (Red).

