News

Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemkot Serang Bagikan Masker Gratis ke Pengendara

Spread the love

(Penulis): Muhammad Fajar Mutaqin Wahyudi

 

Serang, notifbanten.com – Walikota Serang Budi Rustandi membagikan masker gratis kepada pengendara sepeda motor dan pengemudi di simpang empat lampu merah Ciceri, Kota Serang, Senin 7 September 2026.

Pembagian masker ini sebagai upaya mengantisipasi dampak debu vulkanik dari Erupsi Gunung Api Anak Krakatau (GAK) yang bertebaran di Kota Serang.

Diharapkan dengan memakai masker ini dapat minimalisir risiko bahaya dari paparan abu vulkanik GAK.

Budi Rustandi tiba di kantor Diskominfo Kota Serang disambut Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanuddin dan jajarannya.

Budi Rustandi membagikan masker gratis kepada pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil yang berhenti di lampu merah arah Jalan Trip Jamaksari dan arah Jalan Ahmad Yani.

Masyarakat begitu antusias saat orang nomor satu di Kota Serang ini membagikan, sekaligus memasangkan masker ke pengendara sepeda motor.

Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, pembagian masker gratis ini karena ketersediaan pelindung mulut dan hidung itu mulai langka di sejumlah toko di Kota Serang, menyusul hujan abu vulkanik dampak erupsi GAK yang turun di Kota Serang beberapa waktu lalu.

“Hari ini kita tahu bahwa hampir seluruh apotek masker habis. Kita membantu masyarakat untuk selalu memakai masker ketika ada erupsi dari gunung Anak Krakatau,” ujar Budi.

Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap pakai masker kalau keluar rumah,” ucap dia.

Dampak hujan abu vulkanik, Budi pun mengeluarkan kebijakan dengan menggelar sekolah online di seluruh satuan pendidikan mulai hari ini.

“Sekolah hari ini kita liburkan belajar lewat daring,” katanya.

Ia berharap upaya Pemerintah Daerah (Pemda) ini dapat meminimalisir risiko bahaya dari tebaran abu vulkanik.

“Semoga ini upaya pemerintah kota Serang untuk memperkecil resiko terhadap penyakit yang nanti dari debu itu masuk ke paru-paru,” harap Budi.

Perihal kebijakan sekolah online, Budi mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait apakah diperpanjang atau disetop.

“Nanti kita akan lihat dulu situasi dari BMKG ya keadaan awan dari erupsi tersebut. Ini menurut atau tidak dari aktivitas Gunung tersebut sampai nanti sore laporan ke saya tim dari Pemkot terkait erupsi gunung tersebut,” tandas dia (Red).

 

Editor: Irwan Wahyudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *