Pertanian Modern Kian Diminati Anak Muda Serang, Hidroponik Jadi Peluang Usaha Menjanjikan
Serang, notifbanten.com – Tren pertanian hidroponik semakin diminati kalangan anak muda di Kota Serang, Banten.
Hidroponik adalah sistem budidaya tanaman yang mengeliminasi penggunaan tanah dan mengandalkan media air atau larutan nutrisi sebagai pengganti.
Dalam metode ini, tanaman tumbuh dengan menyerap nutrisi langsung melalui akar mereka, yang ditempatkan dalam media yang mendukung atau melalui larutan nutrisi yang sirkulasi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menilai meningkatnya ketertarikan generasi muda terhadap metode bercocok tanam modern tersebut sebagai peluang untuk menciptakan usaha produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi mengatakan hidroponik menjadi salah satu jenis pertanian modern yang kini banyak dilirik masyarakat karena dapat dilakukan di lahan terbatas dan memiliki nilai ekonomi.
Menurutnya, pertanian tidak lagi hanya dipandang sebagai pekerjaan konvensional, melainkan telah berkembang menjadi aktivitas produktif yang dapat dikelola secara kreatif oleh generasi muda.
”Dengan lahan terbatas di rumah, masyarakat sebenarnya bisa menanam sayuran, cabai, hingga buah yang nilai jualnya cukup baik,” ujar Yudi, Rabu 3 Juni 2026.
Melihat tren tersebut, Pemkot Serang terus mendorong pengembangan pertanian produktif melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan.
Program tersebut melibatkan komunitas pertanian hingga pengembang perumahan untuk memperluas pengetahuan masyarakat mengenai budidaya tanaman modern.
Selain mengajarkan teknik bercocok tanam, pelatihan juga difokuskan pada pengembangan peluang usaha berbasis pertanian.
Pemerintah berharap semakin banyak anak muda yang tertarik menjadikan sektor ini sebagai sumber pendapatan baru.
Salah satu program yang pernah dilaksanakan berada di Waringinkurung melalui pelatihan budidaya anggur dan cabai.
Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi dari sektor pertanian.
”Di Waringinkurung, pemerintah pernah menggelar pelatihan budidaya anggur dan cabai. Tujuannya agar masyarakat tetap produktif dan punya kegiatan bernilai ekonomi, terutama setelah pensiun,” jelasnya.
Yudi menambahkan pemerintah juga berupaya mempertemukan pelaku pertanian produktif dengan investor dan pihak swasta guna memperluas akses pasar.
Langkah itu diharapkan dapat mendukung perkembangan usaha pertanian yang dikelola masyarakat, termasuk generasi muda.
”Pertanian sekarang tidak lagi identik dengan pekerjaan tradisional. Sektor ini bisa jadi usaha kreatif dan produktif yang mendukung ketahanan pangan sekaligus menambah pendapatan masyarakat,” tandasnya (Red).

