Kritik Mahasiswa di HUT Cilegon Jadi Sorotan, Wakil Walikota Cilegon: Sangat Positif
Cilegon, notifbanten.com Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Cilegon menggelar aksi demonstrasi di Kantor Walikota Cilegon dan DPRD Kota Cilegon.
Mahasiswa menuntut sejumlah hal yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk bisa diselesaikan.
Dalam kesempatan aksi tersebut Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo mengungkapkan, adanya kritik mahasiswa saat HUT Kota Cilegon menjadi pengingat dan masukan bagi pemerintah.
Hal itu sangat positif karena masih ada lapisan masyarakat yang peduli dan melakukan kontrol terhadap pembangunan yang dilakukan pemerintah.
“Kala saya yang berulang tahun ke-27 kado terbaiknya yah ini (demo mahasiswa-red), masih ada yang peduli. Tapi kalau disampaikan tadi diawal ini kado ulang tahun terbaik bagi saya mendapatkan masukan, mendapatkan saran, dapat kritik dapat pengingat dari teman-teman. Jika dibandingkan daerah lain, ini menunjukan tingkat kepedulian pemuda terutama di organisasi mahasiswanya itu baik, mereka agent of change mereka sosial kontrol kami sangat mensyukuri,” katanya, Kepada notifbanten.com 29 April 2026.
Fajar mengungkapkan, masih ada banyak tantangan yang harus diselesaikan. Baik itu soal kemiskinan, pengangguran dan lainnya.
Namun, pihaknya akan terus melakukan upaya sesuai dengan apa yang menjadi kewenangan sebagai Wakil Walikota Cilegon.
“Saya bicara sebagai wakil walikota ada ranah yang bukan menjadi kebijakan saya, tapi saya yakin Kang wali (Robinsar-red) sangat bersyukur sekali karena diberikan pengingat. Sudah disampaikan menyampaikan angka kemiskinan turun, Kami sudah lakukan kajian dan semoga menjadi perencana yang baik untuk memastikan segera, bagi pengguran mendapatkan pelatihan kerja, apakah kita dorong entrepreneur dan kita siap menjadi jembatan dengan industri. Ini menjadi catatan tapi saat ini masih berproses semoga bisa memberikan impact semaksimal mungkin,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Aksi Dito Adrian menyatakan, ada beberapa isu penting yang disampaikan, misalnya Pendidikan yang angka harapan sekolah masih sangat rendah yakni 10,5 tahun.
Hal itu menunjukkan banyak warga Kota Cilegon belum menuntaskan sampai jenjang SMA. Lalu, pengguran yang masih sangat tinggi. Di mana, ada 13 ribu sampai 15 ribu warga yang menganggur.
“Angka harapan sekolah masih rendah 10,5 tahun, itu tandanya banyak warga yang putus sekolah hingga SMP saja. Lalu banyak industry tapi masih ada 15 ribu warga yang menganggur,” ungkapnya.
Ada isu lingkungan, lanjut Dito, dimana sudah sangat rusak karena lebih dari 5 ribu kasus Ispa terjadi dan 18 ribu sampai 20 ribu warga masih miskin.
“Lingkungan menjadi hal yang serius harus ditangani, lalu juga menyangkut angka kemiskinan yang masih mencapai 20 ribu,” pungkasnya (Red).

