News

Ratusan Mahasiswa Ricuh Saat Peringati HUT Kabupaten Serang, Kritik Kepemimpinan Bupati Ratu Rachmatuzakiyah

Spread the love

Serang, notifbanten.com – Ratusan Mahasiswa menggelar aksi di dalam rangka peringatan HUT Kabupaten Serang. Pada Rabu 8 Oktober 2025.

Dalam panatauan notifbanten.com, dalam aksi tersebut ratusan mahasiswa mendesak masuk ke lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang lantaran ingin menyampaikan aspirasi yang mereka kaji terhadap kepemimpinan Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah.

Namun, ketika mereka hendak masuk ke lingkungan Pemkab Serang, para mahasiswa dihadang oleh beberapa polisi, sehingga terjadinya ricuh di Gedung Pemerintah Kabupaten Serang.

Salah satu masa aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Serang, Bagas mengatakan bahwa polisi seharunya mengamankan mahasiswa dalam aksi, bukan memukuli.

“Kami tidak percaya lagi dengan polisi. Polisi itu harusnya mengamankan bukan pukul-pukul kita sebagai orang yang ingin menyampaikan aspirasi masyarakat,” uajaranya saat Orasi.

“Niatan kita disini itu ingin bertemu Bupati Serang, tapi mereka malah menghadanginkita bahkan sampai nendang kita itu masuknya tindakan resepsif,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Serang, Eman Sulaeman, berdasarkan hasil kajian bersama, Kabupaten Serang masih banyak persoalan masyarakat. Mulai dari Pendidikan, Pengangguran hingga Lingkungan.

Menurut Eman, sejumlah isu menjadi fokus tuntutan HMI, terutama tingginya angka pengangguran dan buruknya fasilitas pendidikan di Kabupaten Serang.

“Masih banyak sekolah satap di Kabupaten Serang, padahal anggaran pendidikan 20 persen dari APBD seharusnya dialokasikan untuk perbaikan fasilitas belajar. Faktanya, banyak sekolah yang tidak layak digunakan,” kata dia.

Selain pendidikan, HMI juga menyoroti persoalan lingkungan akibat aktivitas industri di Kabupaten Serang.

Ia menilai keberadaan industri tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

“Industri di Kabupaten Serang banyak, tapi pengangguran tetap tinggi, Artinya industri tidak menyerap tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Lebih, Eman juga mengkritik lambatnya penanganan persoalan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) oleh Pemerintah Kabupaten Serang.

Ia menilai pemerintah daerah gagal mengelola isu tersebut.

“Ada program dari kementerian soal TPA, tapi Pemkab Serang tidak becus mencari lahan. Akhirnya isunya dialihkan ke Kota Serang di Cilowong. Ini harus dibenahi,” tegasnya.

Selain itu, HMI menuntut penertiban terhadap tambang-tambang ilegal yang dinilai meresahkan masyarakat di Kecamatan Bojonegoro dan Pabuaran.

Mereka mendesak Bupati Serang bersikap tegas terhadap oknum pejabat yang tidak menjalankan tugasnya.

“Kalau Bupati tidak tegas dan ada pegawai yang tidak melaksanakan fungsi dengan baik, kami minta segera dievaluasi untuk penyegaran birokrasi,” ucap Eman.

Eman menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak direspons, HMI akan kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih besar.

“Jika tuntutan kami tidak diindahkan, kami akan turun lagi ke Pendopo Kabupaten Serang dengan kekuatan lebih besar, bersama masyarakat yang tertindas,” Tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *