I-SIM Pajak Daerah, Inovasi Digital Kota Serang Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah
SERANG – Pemerintah Kota Serang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus melakukan inovasi dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Salah satu terobosan strategis yang tengah dijalankan adalah penerapan sistem Integrasi Sistem Informasi Manajemen atau I-SIM Pajak Daerah.
Sistem ini berbasis geospasial dan dibangun untuk mengintegrasikan seluruh data perpajakan daerah secara digital, akurat, dan transparan.
Kepala Bapenda Kota Serang, W. Hari Pamungkas, mengatakan bahwa I-SIM Pajak Daerah menjadi bagian dari reformasi tata kelola perpajakan berbasis data.
“I-SIM kami kembangkan untuk membentuk basis data wajib pajak yang mutakhir, lengkap, dan mudah dimonitor, terutama untuk Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2),” ujar Hari, Rabu (17/7/2025).
Pemetaan Pajak Geospasial Tingkatkan Akurasi
Melalui pendekatan geospasial, sistem ini memetakan bidang PBB-P2 secara digital. Data dari lapangan diverifikasi dan dimasukkan ke dalam sistem agar terintegrasi dengan basis data pajak lainnya.
“Peta ini bukan hanya dokumentasi, tapi juga jadi landasan utama dalam validasi seluruh potensi pajak,” tambahnya.
Dengan akurasi data yang tinggi, sistem ini mendorong peningkatan pelayanan publik. Wajib pajak dapat mengakses informasi secara daring, mempercepat proses administrasi, serta memperkecil potensi kesalahan pendataan.
Sinergi Lintas OPD, Menuju Fiskal yang Mandiri
I-SIM juga memperkuat kolaborasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Serang. Data dan peta yang dihasilkan bisa digunakan bersama, termasuk untuk perencanaan tata ruang, pengendalian bangunan, hingga kebijakan fiskal.
Hari menambahkan bahwa I-SIM membuka peluang peningkatan PAD secara signifikan.
“Banyak potensi pajak yang belum tergali secara maksimal. Dengan I-SIM, potensi itu bisa diidentifikasi lebih akurat. Ini akan mendukung kemandirian fiskal daerah,” ujarnya.
Tantangan dan Upaya Penyesuaian
Meski demikian, implementasi I-SIM tidak lepas dari tantangan. Salah satunya integrasi sistem pembayaran dengan Bank Banten selaku Bank RKUD (Rekening Kas Umum Daerah) serta perlunya peningkatan literasi digital masyarakat.
“Kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat dan perangkat daerah memahami manfaat sistem ini. Kunci keberhasilannya ada pada kolaborasi lintas sektor dan partisipasi publik,” tutur Hari.
Menuju Tata Kelola Pajak yang Modern
Hari berharap, penerapan I-SIM Pajak Daerah dapat menjadi fondasi menuju tata kelola perpajakan yang modern, transparan, dan akuntabel di Kota Serang.
“Bukan sekadar sistem, I-SIM adalah langkah strategis untuk memperkuat sistem perpajakan daerah dan mendorong Kota Serang menjadi lebih tertib, transparan, dan mandiri secara fiskal,” pungkasnya. (ADV)

