News

Sempat Berjanji Tak Rekam Video Fetisisme, Wily Akui Adanya Permintaan Video Asusila Di Komunitas

Spread the love

Lebak,- Pelaku pembuatan video fetisisme perempuan diikat lakban dengan memperdaya korban-korbannya, Wily yang berusia 24 tahun mengakui perbuatan bejatnya.

Ia juga mengaku sempat membuat surat pernyataan permohonan maaf di atas materai pada April 2023 lalu untuk tidak melakukan perbuatan jahatnya tersebut.

Selain itu, melalui surat itu juga Wily berjanji tidak akan melakukan perbuatan bejatnya dan tidak akan menyebar luaskan video yang sudah dia rekam yang berisi dirinya sedang mengikat korban-korbannya.

“Iya (tanda tangan di atas materai),” kata Wily saat ditanya terkait surat yang dimaksud sambil mengangguk, Senin, 23 September 2024.

Setelah membuat surat pernyataan tersebut, Wily mengakui dirinya masih tetap melakukan perbuatan merekam video fetisisme.

Menurut Wily, alasan dia masih terus memroduksi video tersebut lantaran adanya permintaan dan paksaan dari pihak lain.

Sebelumnya, Wily juga sempat mengungkapkan bahwa dirinya tergabung dalam sebuah komunitas jual-beli dan barter video asusila.

Video miliknya kemudian ia jual di komunitas tersebut melalui perantara yang ia sebut sebagai ketua.

“Saya ikut komunitasnya dan ketuanya disuruh bikin (video) begitu,” imbuhnya.

Sebelumnya, diberitakan maraknya pengakuan dari sejumlah perempuan di Kabupaten Lebak yang diduga menjadi korban pelecahan seksual.

Terduga pelaku sendiri merupakan warga Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak bernama Wily.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku menjalankan aksinya terhadap sejumlah perempuan yang menjadi korbannya untuk membantu dirinya membuat konten dengan adegan penyekapan.

Para korban yang percaya kemudian diikat tubuhnya dan matanya ditutup. Setelah itu saat para korban tidak sadar, terduga pelaku memvideokannya lalu melakukan aksi masturbasi.

Hasil videonya kemudian diperjual belikan di medsos telegram dan diunggah di situs dewasa. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *