News

Jam Tangan Kayu, Hasil Karya Warga Pandeglang Tembus Pasar Luar Negeri

Spread the love

Pandeglang,- Kayu sudah menjadi kebutuhan manusia sejak ribuan tahun lalu, kayu bisa dijadikan bahan bakar atau pun diolah menjadi perabotan rumah tangga, seperti meja, kursi ataupun lemari. Namun bagaimana jika kayu dijadikan bahan dasar pembuatan jam tangan hingga menghasilkan omset 25 juta per bulannya, dan banyak diminati. (7/7/24)

Jam tangan kayu ini diproduksi oleh Rizki Pebriani, warga Kampung Ciekek, Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Berawal dari hobi kayu, iya mulai mencoba peruntungan dengan membuat jam tangan kayu sejak tahun 2016 silam.

Pengrajin jam kayu, Rizki mengatakan dalam menjalankan usahanya ini, iya dibantu suami dan lima orang karyawannya, dalam sepekan usaha miliknya mampu membuat 50 jam tangan kayu. Bahan yang digunakan sendiri bermacam-macam, mulai dari kayu Jati, Maple hingga kayu jenis Rosewood.

Unutuk harga jual sendiri mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 800.000, tergantung kesulitan dan bahan baku yang digunakan. Dalam sebulan Rizki mampu meraup omset hingga 25 juta rupiah.

“Seiring berjalan waktu, jam tangan kayu milik saya, diminati masyarakat, bahkan berhasil mencuri perhatian dunia. Pelangan yang memesannya hampir dari seluruh Daerah, bahkan dari Aceh hingga Papua. Sekarang Alhamdulilah dalam seminggu bisa membuat 50 jam tangan kayu dan dibantu suami serta lima orang pekerja,” kata Rizki Pebriani.

“Jam tangan kayu dengan merek Kaywoodwatch ini, sudah terjual keberbagai Negara, Bahkan sering dijadikan buah tangan bagi tamu luar daerah maupun Luar negeri yang datang ke Kabupaten Pandeglang,” tambahnya

Selain jam tangan kayu, Rizki juga membuat berbagai kerajinan lainnya yang berbahan kayu, seperti patung badak, gantungan tanda pengenal dan masih banyak lagi yang lainnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *