News

Memasuki Masa Tanam, Petani Kesulitan Mendapatkan Pupuk Bersubsidi

Spread the love

Lebak,- Memasuki masa tanam, petani di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. Para petani pun terpaksa harus membeli pupuk non subsidi yang harganya jauh lebih mahal.

Sejumlah petani di Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Kabupaten Lebak, Rabu (05/06/2024), saat ini memsuki masa tanam. Namun petani kembali menghadapi permasalahan klasik yang terjadi setip kali memasuki mansa tanam, yakni kesulitan pupuk bersubsidi.

Seperti yang dirasakan Jaka petani Lebak ini, menceritakan kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, bahkan untuk memenuhi kebutuhan masa tanam padi, mereka terpaksa mengunakan pupuk nonsubsidi yang harganya cukup tinggi jika dibandingkan pukuk subsidi.

“Keluhan petani di kampung saya ini, pupuk subsidi susah dicari, waluapun ada di agen-agen, cuma ada setengah karung. Terpaksa pakai pupuk nonsubsidi, yang harganya Rp 500.000, jadi kita susah,” tuturnya.

Jaka menambahkan, meski harga cukup tinggi, namun petani tidak bisa berbuat banyak dan harus membeli agar bisa bercocok tanam. Akibatnya biaya oprasional para petani membengkak dua kali lipat.

“Pupuk urea bersubsidi saat ini di jual dengan harga Rp 135.000 per karung dengan berat 50 kilogram, sedangkan harga pupuk urea nonsubsidi di jual seharga Rp 500.000 perkarung dengan berat 50 kilorgam,” katanya.

Perlu diketahui, untuk satu kali masa tanam, petani biasanya melakukan pemupukan sebanyak dua kali. Petani berharap pemerintah dapat menekan harga pupuk nonsubsidi, atau memperbanyak pasokan pupuk bersubsidi, agar petani tidak kesulitan di saat memasuki masa tanam. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *