Pedagang Beras di Pandeglang Masih Menjual di Bawah Harga HET
Pandeglang,- Pemerintah sudah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) Untuk jenis beras premium dan medium. Namun sejumlah pedagang beras di pasar tradisional Badak Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten masih menjual dibawah harga Het, hal tersebut dilakukan karena pedagang mengaku jika harga beras naik maka akan sepi pembeli. Selasa (04/06).
Meskipun pemerintah sudah menaikan harga ecaran tertinggi atau het Beras Sejak 01 Juni 2024 lalu baik di pasar tradisional maupun retail yakni beras premium naik dari Rp 13.900 menjadi Rp 14.800 per kilogram dan beras medium Rp 10.900 Kini menjadi 12.500 per Kilogram.
Edi Pedagang Beras mengatakan, beras yang ia jual untuk jenis medium dan premium masih diangka Rp 11.000 hingga Rp 12.000 rupiah per kilogramnya. Ia mengaku jika harga beras dinaikan sesuai yang ditetapkan pemerintah maka ia akan mengalami sepinya pembeli.
“Ia masih mempertahankan dibawah harga yang sudah ditetapkan pemerintah, menjual beras dengan harga Rp 11.000 Hingga Rp 12.000, hal tersebut dilakukan karena jika harga beras naik maka akan sepi pembeli”, Ucap Haji edi.
Salah Seorang pembeli beras Yumsari mengaku, keberatan jika harga beras terus mengalami kenaikan ia berharap agar pemerintah menurunkan harga beras karena menurutnya ditengah pengahasilan yang tidak seberapa semua kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan.
“Jelas lah pasti keberatan dengan kenaikan harga beras ini, bahkan penghasilan yang tidak seberapa dan kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan”, Papar Yumsari.
Para pedagang dan warga pun berharap agar pemerintah untuk menurunkan harga beras. (Red)

