News

Tari Kedok Wewe Karya Seniman Kota Serang Pukau Penonton BIPAF X 2026 di Bandung

Spread the love

(Penulis): Muhammad Fajar Mutaqin Wahyudi

 

Bandung, notifbanten.com – Karya tari kontemporer Kedok Wewe garapan koreografer Yogi Hadiansyah dari Kota Serang, Banten, sukses memukau penonton dalam ajang Bandung Isola Performing Arts Festival (BIPAF) X 2026 yang berlangsung di pelataran Gedung Isola, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.

BIPAF X 2026 diawali dengan rangkaian workshop tari pada 5–6 Oktober 2026 bertema “The Body in Resonansi”. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertukaran metodologi penciptaan bersama seniman tari asal Belanda, Aafke De Jong.

Puncak acara digelar pada malam hari, diawali dengan sambutan dari Prof. Juju Masunah, M.Hum., Ph.D., kemudian dilanjutkan dengan sambutan Direktur BIPAF, Dr. Ayo Sunaryo, M.Pd. Acara juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada tujuh koreografer terpilih dari berbagai daerah dan mancanegara.

Dalam pertunjukannya, Kedok Wewe memikat penonton melalui olah ekspresi wajah, artikulasi tubuh yang dinamis, serta permainan estetika topeng yang merepresentasikan karakter wewe Kepada notifbanten.com Sabtu 10 Oktober 2026.

Karya tersebut menggabungkan riset berbasis tradisi dengan pendekatan tari kontemporer. Upaya ini menjadi salah satu cara untuk menjaga warisan budaya takbenda Kota Serang sekaligus mengembangkannya agar tetap relevan dengan perkembangan seni pertunjukan global.

“Koreografer Yogi Hadiansyah mengatakan, Kedok Wewe bukan sekadar rekonstruksi fisik dari tradisi Pepetan Wewe, melainkan reinterpretasi terhadap simbol-simbol lokal Kota Serang.

“Karya Kedok Wewe bukan sekadar rekonstruksi fisik dari tradisi Pepetan Wewe, melainkan sebuah reinterpretasi kritis atas simbol-simbol lokal Kota Serang.

“Kami berupaya membedah esensi emosional dan dinamika tubuh di balik topeng, lalu mentransformasikannya ke dalam kosakata gerak kontemporer agar nilainya tetap artikulatif dan relevan bagi publik global,” ujar Yogi.

Pepetan Wewe merupakan salah satu tradisi seni pertunjukan khas Kota Serang yang memiliki unsur teatrikal, penggunaan properti topeng atau kedok, serta narasi mitologis lokal. Kesenian ini menjadi bagian dari ekspresi budaya masyarakat yang merepresentasikan dinamika sosial dan nilai-nilai kultural.

Melalui tari Kedok Wewe, Yogi mengolah kembali pola gerak tradisional menjadi kosakata gerak kontemporer tanpa menghilangkan esensi dramaturgis yang menjadi ciri khas kesenian tersebut.

Keikutsertaan Kedok Wewe dalam BIPAF X 2026 tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga menjadi upaya memperkenalkan kekayaan budaya Kota Serang kepada khalayak yang lebih luas.

Karya ini sekaligus memperkuat eksistensi seni pertunjukan Kota Serang di tingkat nasional dan internasional serta mendorong keberlanjutan tradisi melalui inovasi kreatif.

 

Editor: (Irwan Wahyudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *