News

Keributan Warnai Laga Wushu Kota Serang vs Pandeglang di POPDA XII Banten

Spread the love

Cilegon, notifbanten.com – Pertandingan cabang olahraga wushu pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Banten di SMP YPWKS Kota Cilegon memicu keributan. Kontingen Kota Serang melayangkan protes keras terhadap keputusan juri yang mereka nilai merugikan atletnya saat menghadapi Pandeglang.

Ketegangan terjadi usai laga perebutan tiket semifinal antara atlet Kota Serang dan Pandeglang. Dalam pertandingan tiga ronde tersebut, Pandeglang memenangkan ronde pertama, Kota Serang merebut ronde kedua, dan Pandeglang kembali unggul pada ronde penentuan.

Hasil itu memantik kemarahan tim Kota Serang. Pelatih Wushu Kota Serang, Randi Hendra Hutagalung, menilai juri tidak memberikan penilaian secara objektif pada ronde ketiga. Protes memuncak hingga terjadi keributan di arena pertandingan.

“Pada ronde ketiga ada gestur yang seharusnya menjadi poin untuk atlet merah (Kota Serang), tetapi justru diberikan kepada atlet biru (Pandeglang),” kata Randi, Senin (15/6/2026).

Randi yang mengaku pernah menjadi atlet dan wasit wushu menilai keputusan dewan hakim dan juri merugikan Kota Serang. Ia juga menyoroti posisi dewan hakim yang berasal dari Pandeglang.

“Seharusnya dewan hakim mengontrol jalannya penilaian. Dari situ kami sudah melihat arah pertandingan. Penonton juga bisa menilai siapa yang sebenarnya unggul,” ujarnya.

Kontingen Kota Serang kemudian mengajukan protes resmi dan meminta evaluasi terhadap hasil pertandingan.

Di sisi lain, official tim Wushu Pandeglang, M. Sandi Hartono, menegaskan seluruh pertandingan berlangsung sesuai aturan yang berlaku pada kategori junior.

“Kami sudah membekali atlet dengan pemahaman aturan pertandingan. Untuk kategori junior ada ketentuan khusus yang berbeda dengan senior. Kami mengikuti seluruh keputusan wasit dan juri,” kata Sandi.

Menurutnya, tim Pandeglang menerima apa pun hasil yang ditetapkan perangkat pertandingan.

“Kami menghormati keputusan yang berlaku dan menerima hasil pertandingan,” ujarnya.

Technical Delegate Dispora Provinsi Banten, Fadli Anwar, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti protes yang diajukan Kota Serang. Dewan hakim dan perangkat pertandingan kini melakukan kajian ulang terhadap penilaian laga tersebut.

“Kami sedang memproses keberatan dari Kota Serang. Dewan wasit akan menelaah kembali hasil pertandingan dan mengeluarkan keputusan resmi. Kami berharap semua pihak bisa menerima hasilnya secara sportif,” kata Fadli (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *