News

Ratusan Mahasiswa IMM Serang Demo, Kritik Keras Kebijakan Pendidikan Daerah

Spread the love

Serang, notifbanten.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Serang menggelar aksi demonstrasi pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Kepada notifbanten.com Minggu 03 Mei 2026.

Mereka turun ke Alun-alun Kota Serang untuk menyuarakan kritik keras terhadap kondisi pendidikan di Kota dan Kabupaten Serang.

Aksi berlangsung dinamis. Massa secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka juga membakar ban sebagai simbol kekecewaan terhadap kebijakan pendidikan yang dinilai belum berpihak pada masyarakat.

Ketua PC IMM Serang, Ahmad Zaenudin, menegaskan aksi ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masa depan pendidikan di daerah. Ia menyebut kondisi pendidikan di Serang Raya saat ini layak mendapat label “rapor merah”.

“Rapor merah pendidikan di Kota Serang dan Kabupaten Serang bukan sekadar evaluasi tahunan. Ini bukti nyata kegagalan arah kebijakan pendidikan,” kata Ahmad.

Ia menilai pemerintah daerah lebih sering menonjolkan capaian di atas kertas dibanding realitas di lapangan. Menurutnya, masih banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan. Di antaranya ruang kelas yang tidak layak, fasilitas belajar yang minim, serta kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah.

IMM Serang juga menyoroti arah kebijakan pendidikan yang dinilai tidak konsisten. Program pendidikan disebut kerap berubah mengikuti dinamika politik dan pergantian kepemimpinan. Kondisi ini membuat pembangunan sektor pendidikan berjalan tanpa arah jangka panjang yang jelas.

Selain itu, persoalan anggaran turut menjadi sorotan. Meski alokasi dana pendidikan terbilang besar, mahasiswa menilai implementasinya belum efektif. Mereka menduga masih terjadi inefisiensi dalam penggunaan anggaran.

“Kegagalan ini bersifat struktural. Mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan,” ujar Ahmad.

Isu tenaga pendidik juga tak luput dari perhatian. IMM menilai guru belum mendapatkan dukungan optimal. Pemerataan tenaga pengajar dinilai belum merata. Program pelatihan berkelanjutan masih terbatas. Kesejahteraan guru juga dinilai belum memadai.

Dalam momentum Hardiknas ini, IMM Serang mendesak pemerintah daerah untuk melakukan audit menyeluruh terhadap sistem pendidikan. Audit tidak hanya fokus pada aspek administratif, tetapi juga harus mengukur efektivitas program dan dampaknya terhadap kualitas pendidikan.

Mahasiswa menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh dijadikan komoditas politik. Mereka meminta pemerintah menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam aksi tersebut, IMM Serang menyampaikan enam tuntutan utama. Pertama, menuntaskan angka putus sekolah di Serang Raya. Kedua, mewujudkan infrastruktur pendidikan yang layak. Ketiga, menolak komersialisasi pendidikan. Keempat, menghentikan eksploitasi terhadap guru dan tenaga pendidik. Kelima, menciptakan ruang aman di lingkungan pendidikan. Keenam, melakukan evaluasi total terhadap sistem kurikulum.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Situasi tetap terkendali hingga kegiatan berakhir.

IMM Serang memastikan akan terus mengawal isu pendidikan. Mereka menegaskan komitmennya untuk mendorong lahirnya kebijakan yang benar-benar berpihak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Serang Raya (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *