News

12 Tahun Tinggal di Rumah Tak Layak

Spread the love

Serang, notifbanten.com – Sebuah keluarga di sebuah pemukiman harus tinggal di rumah yang tidak layak huni selama lebih dari 12 tahun.

Kondisi rumah tanpa pintu, berlubang, serta rawan dimasuki air dan hewan, membuat mereka hidup dalam ketidaknyamanan, (29/11/2025).

Meski demikian, keluarga ini mengaku belum pernah mendapatkan bantuan bedah rumah dari pemerintah.

Beginilah kondisi rumah yang ditempati satu keluarga selama belasan tahun.

Bangunan rapuh, tanpa pintu, dan dinding yang belum terpasang membuat rumah ini jauh dari kata layak huni.

Setiap kali hujan turun, air masuk ke dalam rumah hingga membuat seluruh ruangan termasuk kamar tidur ikut basah.

“Kalau hujan pasti basah semua, Pak… sampai kamar juga basah. Apalagi kalau hujan angin, semuanya pada basah.”

Tinggal selama kurang lebih 12 tahun, keluarga ini mengaku belum pernah mendapat tinjauan langsung dari pemerintah terkait program Rumah Tidak Layak Huni atau RTLH.

Padahal, KTP mereka pernah diminta bertahun-tahun lalu, namun tak ada kelanjutan sejak saat itu.

“Dulu pernah diminta KTP, sudah lama. Tapi kalau ditinjau, belum pernah. Diajukan juga belum pernah.” Kabupaten Serang ucapnya, Siti.

Keluarga yang terdiri dari empat anak dan dua orang tua ini harus tinggal dalam satu kamar.

Sang suami bekerja serabutan, sementara sang ibu mengurus rumah dan anak-anak yang semuanya masih sekolah.

Harapannya sih pengennya dibangun, biar tempat tinggalnya layak, biar nyaman. Kadang suka ngeri juga soalnya nggak ada pintu.

Dengan kondisi rumah yang kian memprihatinkan, keluarga ini berharap ada perhatian dari pemerintah agar bisa mendapatkan bantuan perbaikan rumah,ujarnya.

Setidaknya, tempat tinggal mereka dapat menjadi lebih aman dan layak huni (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *