Ratusan Guru di Banten Kecewa, Janji Gubernur Andra Soni Tak Ditepati
Serang, notifbanten.com – Ratusan guru SMA, SMK, dan SKh di Provinsi Banten meluapkan kekecewaan mereka setelah tak ada satu pun pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang menemui mereka di Sekretariat Daerah (Setda), Kamis (10/06/2025).
Padahal, kedatangan para pendidik ini disebut-sebut berdasarkan undangan langsung dari Gubernur Banten Andra Soni saat Solidaritas Pembela Pendidikan Banten (SP2B) menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (03/06/2025) lalu.
Salah seorang perwakilan guru, Martin Al Kosim, mengungkapkan bahwa mereka datang ke Setda Banten atas undangan lisan Gubernur Banten pekan lalu. Namun, saat dikonfirmasi, tak ada pejabat yang hadir.
“Waktu aksi pekan kemarin, Pak Gubernur jelas mengatakan secara langsung, kami diundang untuk datang pada hari ini. Tapi setelah tadi kita konfirmasi, ternyata satu pun tidak ada pejabat di Setda. Semuanya tengah berada di Jakarta,” ujar Martin kepada notifbanten.com.
Martin menambahkan, pihaknya diminta datang dengan membawa kajian terkait Tunjangan Tambahan (Tuta) dan Tunjangan Kinerja (Tukin) untuk dibahas bersama seluruh pejabat terkait.
“Suruh bawa kajian apakah Tuta masih bisa dibayar atau tidak, dan soal penghapusan Tuta serta Tukin bagi para guru. Jadi nanti langsung dibahas bersama aturan hukumnya,” jelasnya.
Kekecewaan Martin memuncak karena saat Gubernur menjanjikan pertemuan, para pejabat Pemprov Banten termasuk Dindikbud juga turut hadir. “Kecewa. Karena itu, kami akan tunggu sampai sore ini, bila perlu kami akan menginap sampai ditemuin oleh Pak Sekda. Kalau masih tidak ditemuin, kami akan aksi kembali dengan massa lebih banyak,” tegasnya.
Perwakilan guru lainnya, Tajri, menjelaskan bahwa Tuta guru sebesar Rp450 ribu belum dibayarkan selama enam bulan dan tiba-tiba dihapuskan oleh Pemprov Banten. “Tuta belum dibayar enam bulan, tiba-tiba dihapus. Tukin juga jomplang banget, beda dengan Tukin pegawai struktural,” katanya.
Tajri berharap perjuangan para guru ini direspons Gubernur Banten dengan mengembalikan Tuta dan menaikkan Tukin guru. “Harapannya Tuta kembali diberikan, dan dibayar, serta Tukin guru ditambah agar disesuaikan dengan pegawai struktural sehingga tidak jomplang. Semoga keinginan kami disetujui oleh Pak Gubernur,” ujarnya.
Sebelumnya, ratusan guru dan elemen mahasiswa serta masyarakat se-Provinsi Banten yang tergabung dalam Solidaritas Pembela Pendidikan Banten (SP2B) menggelar aksi unjuk rasa di Pendopo Gubernur Banten pada Kamis, 3 Juli 2025. Aksi damai ini turut dikawal oleh Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Banten sebagai bentuk solidaritas terhadap kompleksnya permasalahan pendidikan.
Aksi tersebut mengangkat empat isu utama yang dihadapi para pendidik di Provinsi Banten, yaitu Tunjangan Tugas Tambahan (Tuta) yang tidak dibayarkan, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang tidak transparan, nasib Calon Pengawas (Cawas) yang tidak jelas, hingga persoalan Tunjangan Kinerja (Tukin). (Red)

