News

Presiden Prabowo: Polri Harus Tangguh, Bersih, dan Dicintai Rakyat

Spread the love

Jakarta, notifbanten.com – Dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerukan kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk menjadi kepolisian yang tangguh, unggul, bersih, dan dicintai rakyat.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya Polri dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara demi tercapainya cita-cita kemerdekaan, yakni Indonesia yang berdaulat, makmur, dan berkeadilan.

Upacara Hari Bhayangkara ke-79 ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Shinta Nuriah Wahid, Wakil Presiden ke-4 Tri Sutrisno, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, dan Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin. Turut hadir pula Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, para pimpinan lembaga tinggi negara, pimpinan partai politik, duta besar negara sahabat, serta perwakilan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-79 kepada seluruh keluarga besar Polri. Ia juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras, pengabdian, dan pengorbanan seluruh anggota Polri dalam menjaga stabilitas dan keamanan, yang memungkinkan agenda-agenda besar pembangunan bangsa dapat berjalan.

“Cita-cita kemerdekaan adalah untuk Indonesia tidak sekadar merdeka, tapi Indonesia menjadi negara yang berdaulat di segala bidang dan terutama menjadi negara yang makmur di tengah keadilan,” ujar Presiden Prabowo. Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia memerlukan kepolisian yang selalu berada di tengah-tengah rakyat, membela, dan melindungi rakyat, terutama mereka yang paling lemah, tertindas, dan miskin.

Presiden Prabowo juga memberikan apresiasi khusus kepada kepemimpinan Polri, terutama kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya, atas prestasi yang ditunjukkan. Ia menyoroti inisiatif Polri untuk terjun langsung ke tengah masyarakat, membantu meningkatkan produksi pangan, dan terlibat dalam program-program strategis seperti pemberian makan bergizi kepada rakyat.

“Polisi Indonesia tidak boleh seperti polisi-polisi negara yang sudah kaya dan maju. Polisi Indonesia harus di tengah-tengah rakyat, harus merasakan penderitaan rakyat, harus merasakan kesulitan rakyat, harus mendengar jeritan hati rakyat,” tegas Presiden. Ia menambahkan bahwa Polri adalah ujung tombak dalam menjaga kekayaan bangsa dan rakyat.

Menyikapi tantangan yang mungkin dihadapi Polri, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa kepolisian akan selalu menjadi sasaran pihak-pihak yang ingin merusak dan melemahkan jiwa pengabdian. “Jangan mau dirusak oleh siapapun,” pesannya, menekankan pentingnya ketangguhan dan kekuatan Polri.

Di akhir amanatnya, Presiden Prabowo kembali mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-79 dan berharap Polri dapat terus menjadi insan Bhayangkara yang “Rastra Sewa Kotama,” yaitu polisi yang mengabdikan dirinya untuk kejayaan nusa dan bangsa. “Jadilah polisi yang dicintai rakyat,” tungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *