BPBD Kota Serang Naik Kelas Dari Tipe B Menjadi Tipe A
Serang,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Serang resmi naik kelas dari tipe B menjadi tipe A.
BPBD Kota Serang naik kelas terungkap dalam rapat paripurna persetujuan bersama Raperda Perubahan atas Perda Nomor 12 tahun 2010 tentang pembentukan susunan organisasi BPBD.
Rapat paripurna dihelat di Gedung DPRD Kota Serang, Jumat 9 Agustus 2024.
Wakil Ketua II DPRD Kota Serang Roni Alfanto memimpin rapat paripurna didampingi Wakil Ketua III DPRD Kota Serang Hasan Basri, dan dihadiri anggota DPRD Kota Serang.
Penjabat atau Pj Walikota Serang Yedi Rahmat beserta para pejabat di lingkungan Pemkot Serang turut menghadiri rapat tersebut.
Yedi Rahmat mengatakan, setelah Raperda Perubahan disetujui bersama, maka BPBD Kota Serang dalam waktu dekat sudah menjadi badan.
“Berarti ini ke depan sudah jadi badan. Naik kelas menjadi A,” ujar Yedi.
Ia mengapresiasi persetujuan bersama Raperda Perubahan atas Perda Nomor 12 tahun 2010 tentang pembentukan susunan organisasi BPBD.
“Alhamdulillah ini perjuangan teman-teman semua. Pada hari ini DPRD sudah menyetujui, dan sore ini juga surat ke Gubernur. Besok hari Senin registrasi,” ucap dia.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Diat Hermawan menyambut positif karena dinasnya naik kelas jadi tipe A.
“Saya ucapkan puji syukur kepada Allah SWT. Saya ucapkan terima kasih ke Pak Pj Walikota, Pak Sekda juga teman-teman semua di jajaran Pemkot yang sudah membantu dalam upaya penaikan klasifikasi BPBD dari tipe B ke tipe A berdasarkan Permendagri 46 tahun 2008,” ujar Diat.
Ia berharap kenaikan kelas berimbas terhadap penguatan terhadap lembaganya, sehingga diharapkan nilai indeks risiko bencana di Kota Serang bisa diturunkan.
“Iya mudah-mudahan berbanding terbalik di indeks ketahanan daerah dapat naik,” harap dia.
Wakil Ketua II DPRD Kota Serang Roni Alfanto mengatakan, peningkatan klasifikasi BPBD jadi tipe A dapat diikuti dengan peningkatan pelayanan terhadap penanggulangan bencana di Kota Serang.
“Iya diharapkan dapat melengkapi bidang yang ada. Kemudian menambah personil yang kurang sesuai dengan tipe yang ada. Naik dari B ke A. Personil menyesuaikan lebih banyak, bidang lebih banyak, sesuai dengan kebutuhan. Sarana dan prasarana juga,” kata Roni. (Red)

